Unit E-Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari Gelar Festival Seni dan Olahraga, Padukan Tradisi Lokal dengan Kreativitas Mahasiswa

Kendari, 31 Maret 2026 — Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit E-Dokumentasi, menyelenggarakan acara berskala besar yang menampilkan berbagai kegiatan olahraga dan seni budaya mahasiswa. Acara bertajuk “Kendari Creative Festival 2026” ini berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut, mulai dari 29 hingga 31 Maret 2026, dan berhasil mengumpulkan lebih dari 2.000 peserta serta ribuan pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat Kendari.

Lokasi penyelenggaraan festival ini mengambil tempat di lapangan olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari yang terletak di pusat kampus, dengan memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung termasuk ruang seni, aula serbaguna, dan area outdoor yang luas. Inisiatif ini merupakan komitmen kampus dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang olahraga, seni, dan budaya, sekaligus menjadi wadah pelestarian warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara.

Latar Belakang dan Konsep Acara

Unit E-Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari adalah divisi yang bertanggung jawab dalam mendokumentasikan dan mengarsipkan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan kampus. Dalam perkembangannya, unit ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyimpanan data, tetapi juga berperan aktif dalam mengorganisir acara-acara strategis yang melibatkan partisipasi mahasiswa secara luas.

Ketua Unit E-Dokumentasi, Dr. Ahmad Harun, M.Si., menjelaskan bahwa festival ini lahir dari perhatian mendalam terhadap kebutuhan mahasiswa untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka di luar konteks akademik formal. “Kami menyadari bahwa pengembangan karakter mahasiswa tidak hanya datang dari pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan seni dan olahraga. Festival ini dirancang sebagai platform inklusif yang memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Dr. Ahmad Harun saat diberi kesempatan wawancara pada hari pembukaan festival.

Konsep “Kendari Creative Festival 2026” menggabungkan dua elemen penting: preservasi budaya lokal dan inovasi kreatif kontemporer. Penggabungan ini tercermin dalam rangkaian acara yang mencakup pertandingan olahraga tradisional, kompetisi seni modern, pameran karya seni mahasiswa, pertunjukan musik dan tari, serta workshop keterampilan yang melibatkan para seniman dan atlet lokal.

Rangkaian Kegiatan Olahraga

Aspek olahraga dalam festival ini menampilkan berbagai cabang yang mencakup olahraga populer maupun tradisional. Kompetisi dimulai dengan cabang-cabang konvensional seperti futsal, bola voli, badminton, dan lari jarak pendek. Namun, yang menjadi daya tarik utama adalah peliputan khusus terhadap olahraga tradisional Sulawesi Tenggara, termasuk olahraga “Mobagu” (permainan rakyat setempat), pencak silat, dan balap layar tradisional yang digelar khusus di pelabuhan Kendari untuk kategori terbatas.

Koordinator Divisi Olahraga, Budi Santoso, S.Pd., M.Or., mengungkapkan antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa terhadap kegiatan ini. “Pendaftaran peserta melampaui kapasitas yang kami rencanakan. Kami awalnya menargetkan 1.500 peserta, namun akhirnya tercatat 2.100 mahasiswa yang ikut serta dalam berbagai cabang olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat yang sangat besar untuk terlibat dalam aktivitas fisik yang terstruktur,” jelas Budi Santoso dengan wajah yang terlihat puas.

Selain kompetisi, festival juga menampilkan sesi-sesi demonstrasi dan klinik olahraga yang dipandu oleh atlet profesional dan pelatih bersertifikat. Salah satu highlight adalah kehadiran Bambang Hendarta, atlet futsal nasional yang pernah meraih medali di berbagai ajang internasional. Ia memberikan sesi pelatihan gratis kepada mahasiswa yang tertarik memperdalam kemampuan mereka dalam futsal.

Dini Ramadhani, mahasiswa semester enam dari Program Studi Pendidikan Jasmani, menceritakan pengalamannya mengikuti festival ini dengan antusias. “Saya sangat senang bisa bertanding dalam kompetisi bola voli dan juga mengikuti workshop pelatihan dari atlet profesional. Ini adalah kesempatan yang tidak sering kita dapatkan di lingkungan kampus. Saya belajar banyak teknik baru dan juga bisa membangun networking dengan mahasiswa lain dari berbagai prodi,” ungkap Dini dengan mata berbinar.

Kegiatan Seni dan Budaya

Jika olahraga menjadi tulang punggung aspek fisik festival, maka seni dan budaya menjadi jantung dari ekspresi kreatif. Kompetisi seni mencakup kategori yang sangat beragam: puisi, prosa fiksi, fotografi, videografi, desain grafis, dan ilustrasi digital. Selain itu, ada kategori seni pertunjukan yang mencakup tari tradisional, tari kontemporer, musik vokal, musik instrumental, dan teater.

Salah satu momen puncak adalah “Pameran Karya Seni Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari” yang menampilkan lebih dari 300 karya dalam berbagai medium, mulai dari lukisan, patung, instalasi seni, hingga karya seni digital interaktif. Pameran ini berlangsung di seluruh area kampus, menciptakan suasana yang nyaris berganti menjadi galeri seni terbuka.

Dosen Pembimbing Seni Rupa, Dr. Nur Aida Salam, M.Sn., menyatakan bahwa kualitas karya mahasiswa tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan festival tahun-tahun sebelumnya. “Kami melihat mahasiswa semakin berani bereksperimen dengan tema-tema kontemporer sambil tetap menghormati nilai-nilai budaya lokal. Karya-karya mereka mencerminkan pemahaman yang dalam tentang konteks sosial budaya Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum,” tutur Dr. Nur Aida dalam penjelasannya kepada media massa.

Pertunjukan tari menjadi daya tarik yang sangat diminati oleh pengunjung. Berbagai kelompok tari mahasiswa menampilkan produksi original yang menggabungkan gerakan tari tradisional Bugis, Bajo, dan Muna dengan koreografi modern. Salah satu pertunjukan yang paling meriah adalah “Fusion Tradisi,” sebuah karya kolaboratif yang menampilkan 150 penari mahasiswa dalam sebuah pertunjukan epik yang berlangsung selama 45 menit.

Eka Putri Wijaya, koordinator kelompok tari “Kendari Kontemporer,” mengatakan bahwa proses persiapan pertunjukan mereka sangat intensif dan penuh pembelajaran. “Kami melakukan latihan setiap hari selama tiga bulan untuk menyempurnakan gerakan dan sinkronisasi. Yang paling bermakna adalah kesempatan untuk belajar langsung dari seniman tradisional Kendari. Mereka mengajarkan kami bagaimana spirit budaya kami sendiri dapat diterjemahkan ke dalam bahasa gerak yang modern tanpa kehilangan keasliannya,” cerita Eka dengan rasa bangga yang jelas.

Partisipasi Penuh Kampus

Kesuksesan festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai elemen dalam Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Syahruddin, M.Pd., hadir dalam acara pembukaan dan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya pengembangan mahasiswa secara holistik.

“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa tugas kami adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan sensitivitas terhadap nilai-nilai budaya. Festival ini adalah manifestasi dari komitmen kami tersebut,” demikian perkataan Prof. Dr. H. Muh. Syahruddin dalam pidato pembukaan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan undangan tamu kehormatan.

Selain dari tingkat universitas, dukungan juga datang dari setiap fakultas dan program studi yang aktif mengalokasikan sumber daya dan mendorong mahasiswa mereka untuk berpartisipasi. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Syaiful Rahman, M.Pd., menyiapkan berbagai insentif untuk mahasiswa berprestasi dalam festival ini.

“Kami melihat festival sebagai peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen proyek. Oleh karena itu, kami sangat mendukung setiap mahasiswa dari fakultas kami yang berminat untuk terlibat,” jelas Dr. Syaiful Rahman.

Pelibatan Komunitas Lokal

Keunikan dari festival tahun ini adalah pembukaan ruang yang signifikan bagi partisipasi komunitas lokal di luar kampus. Berbagai seniman lokal, budayawan, dan tokoh seni Kendari diundang untuk menjadi juri, pembicara dalam workshop, dan demonstrator dalam berbagai kegiatan.

Pak Latief, seniman tradisional berusia 68 tahun yang merupakan penjaga keaslian seni tari Bajo, datang khusus untuk memberikan workshop kepada mahasiswa tentang teknik dan filosofi tari tradisional. “Saya sangat terkesan dengan antusiasme anak muda ini untuk mempelajari seni nenek moyang kita. Mereka menunjukkan rasa hormat yang tulus terhadap tradisi sambil tetap berinovasi. Ini memberikan saya harapan bahwa warisan budaya kita tidak akan punah,” kata Pak Latief dengan emosi yang terlihat dalam suaranya.

Dampak dan Manfaat

Berdasarkan observasi selama festival berlangsung, dampak positif sudah mulai terlihat. Pertama, festival ini berhasil menciptakan sense of community yang kuat di antara mahasiswa dari berbagai prodi. Interaksi yang terjadi di luar konteks akademik memungkinkan mahasiswa untuk memahami perspektif dan pengalaman rekan-rekan mereka yang berbeda latar belakang disiplin ilmu.

Kedua, acara ini memberikan platform visibilitas yang sangat penting bagi karya dan prestasi mahasiswa. Banyak karya yang ditampilkan mendapat pujian dari pengunjung, dan beberapa peserta menerima penawaran untuk menampilkan karya mereka di galeri seni lokal atau kompetisi yang lebih besar di tingkat provinsi.

Ketiga, pelibatan komunitas lokal menciptakan jembatan yang lebih kuat antara akademia dan masyarakat. Mahasiswa mendapat insight langsung tentang bagaimana praktik budaya hidup dan berkembang di komunitas, sementara masyarakat lokal mendapat kesempatan untuk melihat bahwa institusi pendidikan mereka adalah aset yang peduli terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

Muhammad Rizki, mahasiswa semester empat dari Program Studi Manajemen yang memenangkan kompetisi fotografi, mengungkapkan bagaimana pengalaman ini mengubah perspektifnya. “Sebelumnya, saya hanya menganggap fotografi sebagai hobi untuk hiburan. Tetapi setelah mengikuti workshop dan kompetisi ini, saya menyadari bahwa fotografi bisa menjadi medium yang sangat powerful untuk menceritakan kisah-kisah lokal dan mengabadikan momen-momen berharga dalam budaya kita. Saya sedang memikirkan untuk melanjutkan passion ini dan mungkin membuat proyek dokumentasi budaya yang lebih serius,” ujar Muhammad dengan antusiasme.

Penutup

Kendari Creative Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Unit E-Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa investasi dalam pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan olahraga adalah investasi yang sangat bernilai. Festival ini tidak hanya memberikan hiburan dan kesempatan untuk bersaing, tetapi juga menjadi alat pendidikan karakter dan pelestarian warisan budaya yang sangat relevan untuk konteks lokal.

Ke depannya, Unit E-Dokumentasi telah mengumumkan rencana untuk menjadikan festival ini sebagai acara tahunan yang akan terus berkembang dan ditingkatkan. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, partisipasi mahasiswa yang tinggi, dan keterlibatan komunitas lokal, Kendari Creative Festival dijamin akan menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan oleh berbagai pihak.

Sebagai penutup, festival ini mengingatkan kita semua bahwa universitas tidak hanya adalah tempat untuk belajar teori dan praktik ilmu pengetahuan, tetapi juga adalah wadah di mana karakter dibentuk, kreativitas ditumbuhkan, dan warisan budaya dijaga untuk generasi mendatang. Dengan cara ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berjiwa seni dan budaya yang kuat.

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan liputan komprehensif mengenai Kendari Creative Festival 2026. Sumber informasi diperoleh dari wawancara langsung dengan berbagai pejabat kampus, dosen, mahasiswa, dan anggota komunitas lokal selama acara berlangsung dari 29 hingga 31 Maret 2026.

More From Author

Transformasi Digital Kampus dan Pembelajaran Berbasis Teknologi

Unit E-Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Platform Digital Pembelajaran Terpadu untuk Modernisasi Sistem Akademik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *