KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit E-Dokumentasi, menjadi saksi terlaksananya Rapat Koordinasi Besar-Besaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh organisasi mahasiswa pada Sabtu, 19 April 2026. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta ini menjadi momen penting untuk membangun sinergi dan komitmen bersama dalam menjalankan program-program mahasiswa sepanjang tahun akademik 2025/2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Besar Unit E-Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari ini diselenggarakan dengan tujuan mengoptimalkan komunikasi antar lembaga kemahasiswaan, merumuskan program lintas organisasi, dan memastikan setiap mahasiswa mendapat manfaat maksimal dari berbagai inisiatif yang diluncurkan. Peserta rapat terdiri dari pengurus BEM, ketua dan anggota organisasi kemahasiswaan, himpunan mahasiswa per jurusan, serta beberapa mahasiswa aktif yang tertarik berkontribusi pada pengembangan ekosistem kampus.
Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025/2026, Aidil Akbar Pratama, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan inisiatif pertama yang dilakukan setelah proses pemilihan dan penetapan kepengurusan baru. “Kami percaya bahwa dengan adanya komunikasi yang transparan dan terstruktur, setiap organisasi dapat bekerja sama dengan lebih efektif. Ini bukan hanya tentang BEM, tetapi tentang bagaimana seluruh ekosistem kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat berkembang bersama,” ujar Pratama dengan penuh antusias saat membuka sesi rapat.
Agenda Strategis dan Program Unggulan
Dalam pembukaan rapat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hj. Rina Setiawati, M.Si., memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta. Beliau menekankan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dan mengembangkan soft skills mahasiswa.
“Organisasi mahasiswa adalah sekolah kedua bagi kalian. Di sini, kalian belajar kepemimpinan, manajemen, komunikasi, dan banyak hal lainnya yang tidak bisa didapat dari bangku kuliah. Oleh karena itu, saya mengharapkan setiap organisasi menjalankan program-programnya dengan profesional dan berkelanjutan,” kata Dr. Rina Setiawati, yang hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi.
Rapat koordinasi ini membahas beberapa agenda krusial, antara lain: pertama, penguatan struktur organisasi dan uraian tugas masing-masing lembaga; kedua, perumusan program-program unggulan yang bersifat lintas organisasi; ketiga, mekanisme evaluasi dan pelaporan kegiatan; dan keempat, distribusi anggaran serta pengelolaan sumber daya mahasiswa.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan program mentoring akademik yang melibatkan kerja sama antara BEM dengan himpunan mahasiswa dari berbagai jurusan. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa tahun pertama beradaptasi dengan lingkungan kampus serta meningkatkan prestasi akademik secara keseluruhan.
Koordinator Program Akademik, Siti Nurhaliza, seorang mahasiswa tingkat akhir dari Fakultas Teknik, menjabarkan rencana pelaksanaan program tersebut. “Kami akan merekrut mentor dari mahasiswa yang memiliki prestasi akademik baik dan berkomitmen untuk membantu junior mereka. Setiap mentor akan membimbing kelompok kecil terdiri dari 5-8 mahasiswa baru. Program ini akan dijalankan setiap dua minggu selama satu semester pertama,” ungkapnya dengan penuh percaya diri.
Peningkatan Layanan Administrasi Kemahasiswaan
Selain program akademik, rapat juga membahas peningkatan layanan administrasi kemahasiswaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Unit E-Dokumentasi, sebagai pusat data dan sistem informasi kampus, akan menjadi mitra utama dalam digitalisasi proses perizinan organisasi, pendaftaran kegiatan, dan pelaporan kegiatan.
Kepala Unit E-Dokumentasi, Drs. Bambang Suryanto, M.Kom., menjelaskan rencana implementasi sistem informasi terintegrasi yang akan memudahkan komunikasi antara berbagai lembaga kemahasiswaan. “Kami akan meluncurkan platform digital yang memungkinkan setiap organisasi mahasiswa untuk mendaftarkan kegiatan mereka, mengajukan permohonan anggaran, dan melaporkan hasil kegiatan secara real-time. Sistem ini juga akan dilengkapi dengan fitur dashboard untuk memantau perkembangan kegiatan,” jelas Bambang dengan memberikan demonstrasi singkat tentang antarmuka sistem yang telah dikembangkan.
Implementasi sistem ini diharapkan dapat mengurangi waktu pemrosesan administratif hingga 60 persen, sehingga organisasi mahasiswa dapat fokus pada perencanaan dan eksekusi program-program mereka.
Kolaborasi Antarlembaga dan Pengembangan Skill
Agenda penting lainnya dalam rapat koordinasi adalah perencanaan kegiatan kolaboratif antarlembaga kemahasiswaan. Berbagai organisasi seperti HIMA Manajemen, HIMA Teknik Informatika, UKM Olahraga, UKM Seni Budaya, dan media kampus sepakat untuk bersama-sama menyelenggarakan acara-acara berskala besar yang melibatkan seluruh mahasiswa.
Salah satu acara yang direncanakan adalah “Universitas Muhammadiyah Kendari Festival” yang akan diselenggarakan pada bulan Juni 2026. Festival ini akan menjadi platform bagi setiap organisasi untuk menunjukkan hasil karya dan pencapaian mereka kepada seluruh komunitas kampus.
Ketua Panitia Festival, Muhammad Rizki Pratama dari HIMA Manajemen, mengatakan bahwa festival ini akan mencakup berbagai jenis aktivitas mulai dari kompetisi akademik, pameran karya seni, pertunjukan musik, hingga pameran inovasi dari berbagai jurusan. “Festival ini bukan hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga sarana untuk menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan kampus dan masyarakat. Kami menargetkan partisipasi dari minimal 2.000 mahasiswa,” tambah Rizki dengan optimisme.
Rapat koordinasi juga membahas program pengembangan kepemimpinan dan skill untuk para pengurus organisasi mahasiswa. Melalui kerja sama dengan pihak internal kampus dan eksternal, akan diselenggarakan serangkaian workshop dan pelatihan yang mencakup manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi efektif, dan media sosial.
Tantangan dan Komitmen ke Depan
Meskipun antusiasme cukup tinggi, beberapa tantangan juga diidentifikasi selama rapat. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran untuk kegiatan organisasi mahasiswa, terutama mengingat meningkatnya kebutuhan akan peralatan dan ruang untuk menyelenggarakan kegiatan.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi, Dr. Sumarno, M.E., memberikan penjelasan terkait alokasi anggaran kemahasiswaan. “Universitas berkomitmen untuk terus meningkatkan alokasi anggaran untuk kegiatan kemahasiswaan, namun kami juga mengharapkan organisasi mahasiswa untuk kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif, baik melalui sponsorship dari dunia usaha maupun dari program-program pengembangan yang didukung oleh komunitas lokal,” ungkap Dr. Sumarno.
Tantangan lainnya adalah memastikan kualitas program dan keberlanjutan kegiatan. Beberapa organisasi sering kali hanya aktif di awal tahun akademik dan kemudian mengalami penurunan momentum. Untuk mengatasi hal ini, sepakat bahwa setiap organisasi harus memiliki perencanaan program yang matang dengan target yang jelas dan terukur.
Komitmen untuk menjaga komunikasi yang baik antar organisasi juga menjadi fokus. Akan dibentuk forum koordinasi rutin yang dilaksanakan setiap bulan dengan agenda diskusi informal tentang perkembangan kegiatan masing-masing lembaga serta identifikasi masalah atau peluang kolaborasi baru.
Dampak dan Harapan ke Depan
Hasil dari rapat koordinasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang lebih sehat, profesional, dan berdampak positif bagi pengembangan kampus. Dengan meningkatnya sinergi antarlembaga, diharapkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dapat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi diri mereka baik dari sisi akademik maupun non-akademik.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Prof. Dr. Hj. Siti Rahayu, M.Pd., yang juga hadir dalam acara, mengapresiasi inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa. “Saya sangat senang melihat antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan kampus. Organisasi mahasiswa adalah aset berharga yang harus kami dukung sepenuhnya. Saya percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, kita akan menciptakan generasi mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang kuat,” kata Prof. Rahayu.
Aidil Akbar Pratama, sebagai Ketua BEM, menutup rapat dengan penuh optimisme. “Rapat koordinasi ini menunjukkan bahwa kami memiliki visi yang sama dan komitmen yang kuat untuk mengembangkan Universitas Muhammadiyah Kendari. Ke depannya, saya yakin bahwa organisasi mahasiswa akan menjadi motor penggerak yang mendorong inovasi, kreativitas, dan kontribusi positif bagi kemajuan universitas dan masyarakat luas. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan kalian semua,” tuturnya.
Kesimpulan
Rapat Koordinasi Besar-Besaran BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 telah berhasil menciptakan platform komunikasi yang solid dan merumuskan sejumlah program strategis untuk pengembangan kemahasiswaan. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan komitmen dari seluruh organisasi mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan akan terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tidak hanya lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga individu-individu yang berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
—
Laporan: Tim Redaksi Kampus
Lokasi: Unit E-Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Kendari
Tanggal: 19 April 2026